Home > Tugas > Urbanisasi Pasca Lebaran

Urbanisasi Pasca Lebaran

November 13, 2009 Leave a comment Go to comments

Urbanisasi Pasca Lebaran

Disusun sebagai Tugas Ilmu Sosial Dasar

 

 

 

 

 

 

Penyusun :

Nama            :  Adi Darmono

Kelas             :  1KA26

NPM             :  11109883

 

Universitas Gunadarma Kalimalang Kampus J

 

Kata Pengantar

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT karena berkat rahmatnya penyusunan makalah dengan judul “Urbanisasi Pasca Lebaran” ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu dan lancar. Dan berkat rahmatnya juga yang telah memberikan ilmu pengetahuannya kami menjadi tahu tentang apa itu urbanisasi, mengapa masyarakat melakulan urbanisasi, serta dampak dositif dan negatifnya.

Dalam makalah ini kami menyajikan tentang fenomena urbanisasi di kota – kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Batam, dan kota – kota besar lainnya. Tetapi akan kami fokuskan ke ajakarta karena di sini tingkat urbanisasinya lebih tinggi disbanding kota – kota lain. Dalam makalah ini juga terdapat sisi positif, sisi negative, peluang dan ancaman dari urbanisasi yang dikemas dengan menggunakan analisis SWOT. Dalam bab terakhir kami juga membuat sebuah solusi agar laju urbanisasi dapat terkontrol serta bagaimana membuat urbanisasi membawa dampak positif bagi kemajuan suatu daerah.

Makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi tulisan ataupun materi. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun senantiasa kami terima dengan hati terbuka. Semoga tulisan – tulisan ini dapat memberikan informasi kepada saudara – saudara, bermanfaat untuk pembacanya dan dapat memberikan semangat untk membawa sesuatu ke arah yang positif.

 

Daftar Isi

 

 

Halaman judul…………………………………………………………………………………   1

Kata pengantar………………………………………………………………………………..  2

Daftar isi………………………………………………………………………………………  3

Bab I Pendahuluan……………………………………………………………………………   4

Bab II Tujuan…………………………………………………………………………………  5

Bab III Sasaran……………………………………………………………………………….. 6

Bab IV Permasalahan…………………………………………………………………………  7

Bab V Solusi………………………………………………………………………………….  9

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab I Pendahuluan

 

Pekerjaan besar tengah menanti pemerintah kota seusai perayaan lebaran. Pemerintah kota begitu dipusingkan dengan kehadiran “orang-orang asing” yang datang dari berbagai daerah untuk mengadu nasib hidup di kota. Urbanisasi memang bukanlah termasuk tindakan yang melanggar aturan. Merujuk bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang memang membebaskan persebaran warganya, karena itu adalah hak setiap warga untuk mencari penghidupan yang layak dimanapun tempatnya (pasal 27 ayat 2). Akan tetapi yang jadi masalah adalah jika urbanisasi ini dihadapkan pada sebuah realitas, yakni menumpuknya konsentrasi migrasi pada beberapa kota tertentu. Akibatnya nampak terlihat sekarang ini (paling parah di DKI Jakarta), kondisi kota sudah tidak mampu lagi menampung jumlah penduduknya (oversize people). Apalagi jika frekuensi urbanisasi kian tahun semakin bertambah. Tengoklah Provinsi DKI Jakarta yang kedatangan pendatang baru rata-rata 200.000-250.00 ribu jiwa pertahunnya, padahal kebutuhan 8,7 juta warganya (13,2 juta versi PBB) belum sepenuhnya bisa dipenuhi Pemprov DKI Jakarta, seperti perumahan, air minum, pekerjaan, pendidikan, dan kesehatan.

Urbanisasi pada tingkatan tertentu dari sisi ekonomi justru akan menguntungkan kota tujuan urbanisasi. Dalam teori umum semakin meningkat persentase penduduk suatu kota semakin meningkatkan produk domestik bruto dan capaian pembangunan manusia dari penduduk di kota itu. Jika begitu mengapa urbanisasi saat ini justru menjadi momok bagi pemerintah kota? Jawabannya adalah karena urbanisasi yang terjadi sekarang ini sudah pada tingkatan tidak terkontrol, akibatnya urbanisasi tidak lagi menjadi faktor kemajuan kota. Bukti empiris menunjukkan hubungan antara urbanisasi dan kemajuan itu bisa terwujud jika urbanisasi berada pada tingkat yang terkontrol (UNDP, Human Development Report, 2005). Alih-alih kemajuan yang didapatkan dari urbanisasi, justru urbanisasi malah jadi biang kerok berbagai permasalahan pelik kota. Kemiskinan, pengangguran, pemukiman kumuh, banyaknya gepeng (gelandangan dan pengemis), tingkat kriminalitas tinggi adalah sebagian contoh akibat langsung maupun tidak langsung dari urbanisasi. Jadi tidaklah janggal jika pemerintah kota menjadi pihak yang paling getol  menghadapi “ancaman urbanisasi”.

Bab II Tujuan

 

Dari pemantauan pemerintah ada dua arus besar menjadi pendorong urbanisasi, yang pertama adalah tahun kelulusan siswa/mahasiswa dari studinya. Arus pertama ini bagi pemerintah kota bukan ancaman serius, selain karena segi kuantitas tidak terlalu banyak, dilihat dari segi kualitas mayoritas adalah tenaga-tenaga terdidik yang potensial dan mempunyai prospek kerja (formal) cukup tinggi. Bahkan banyak yang memandang mereka akan membawa urbanisasi kearah positif untuk kemajuan kota. Arus yang kedua adalah di saat pasca lebaran. Arus inilah yang paling diantisipasi ekstra oleh pemerintah kota dan menjadi ancaman serius bagi mereka. Kebanyakan perantau baru dari arus balik lebaran ini datang dari wilayah miskin di Indonesia. Kebanyakan lagi dari mereka tidak mempunyai modal yang cukup mengarungi sengitnya persaingan kerja di kota. Dengan latar pendidikan minim,  skill yang kurang mumpuni, dan sumber daya finansial (modal dana) juga kurang memadai semakin mempersulit para migran urban meraih kesuksesan di kota. Kalaupun ada yang sukses mungkin bisa dihitung dalam hitungan jari dibanding ratusan migran lainya. Itupun karena mereka mempunyai soft skill yang menunjang kerjanya seperti keuleten, pekerja yang keras, humanis dalam membangun jaringan, dan yang paling penting adalah kejujuran untuk membangun trustment.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab III Sasaran

 

Kebanyakan masyarakat desa berasumsi bahwa bekerja di kota akan dapat meningkatkan taraf hidupnya. Disamping penghasilan yang lebih dibanding di desa, dari pengalaman para perantau yang terdahulu mereka bias semakin berantusian untuk bermigrasi ke kota.

Mereka akan semakin yakin jika ada salah satu dari mereka telah mencoba mengadukan nasibnya merntau menuju ke tempat yang jauh dari tempat tinggal aslinya untuk mencai kehidupan yang lebih layak. Mereka dengan segudang pengalamannya telah menarik perhatian yang lain untuk menjadi sepertinya.

Kota – kota besar adalah tujuan mereka. Utamanya yang dekat dengan pusat – pusat keramaian seperti terminal, stasiun, pelabuhan, pusat kota dan kawasan industri. Karena di tempat – tempat itu banyak peluang yang dapat dijadian sumber mata uang. Kota merupakan pusat pemerintahan, pusat industri dan perdagangan yang menyerap banyak tenaga kerja. Maka di tempat yang berpeluang untuk menghasilkan uang pasti akan banyak dicari orang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab IV Permasalahan

 

Urbanisasi tak selalu membawa kemajuan bagi daerah. Banyak permasalahan yang dihadapi pemerintah untuk mengatasi laju urbanisasi agar dapat dikontrol. Berikut penkelasan mengenai kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan tantangan (treatment) tentang urbanisasi.

Kekuatan

ð     Tenaga kerja yang terdidik akan membawa urbanisasi ke arah yang positif

ð     Peluang untuk memperoleh penghidupan yang lebih layak

ð     Di kota lowongan pekerjaan lebih mudah didapat

Kelemalan

ð     Tenaga kerja yang tidak terdidik akan menyulitkan para urbanisme dan mengancam membawa dampak negative

ð     Urbanisasi yang tidak terkontrol mengakibatkan oversize penduduk

ð     Kebutuhan sandang pangan dan papan meningkat

ð     Kemiskinan, pengangguran, banyaknya gepeng (gelangangan dan pengemis), tindak criminal yang tinggi adalah dampak urbanisasi yang tak terkontrol

 

 

 

 

 

 

Peluang

ð     Urbanisasi yang positif menunjang kemajuan daerah

ð     Produktifitas lebih lancer karena tersedianya tenaga kerja

Tantangn

ð     Pemerintah semakin berusaha untuk mengontrol laju urbanisasi, seperti membuat suatu kebijakan, mengadakan operasi untuk menjaring orang – orang yang tidak jelas, dll

ð     Masyarakat desa semakin antusias untuk mengembangkan skillnya agar bias mendapat pekerjaan yang layak di kota

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab V Solusi

Urbanisasi memang tak dapat dihindarkan oleh setiap pemerintah karena strategi pembangunan antara desa dengan kota yang tidak seimbang. Menurut Michael Lipton (1977) mengatakan orang urbanisasi merupakan refleksi dari gejala mandegnya ekonomi pedesaan yang ditandai dengan sulitnya mencari lowongan kerja di desa. Pemerintah perlu mengatur strategi lagi agar urbanisasi tetap memberikan dampak positif bagi perkembangan kota.

Beberapa solusi yang dapat diambil dari masalah – masalah yang ada :

  1. Mengembangkan skill bagi tenaga kerja yang belum terdidik. Dengan begitu mereka bisa mandirti dan tidak menjadi beban bagi pemerintah.
  2. Mengontrol laju urbanisasi agar tidak terjadi kepadatan penduduk di kota. Menjaring orang – orang yang tidak jelas identitasnya berkeliaran di tengah kota.
  3. Menyeimbangkan antara kebutuhan sandang, pangan, dan papan dengan jumlah penduduk agar tidak ada penduduk yang terlantar tidak ada tempat tinggal walaupun sebenarnya dia sudah bekerja.
  4. Membangun  dan mengembangan kota – kota kecil sebagai pertumbuhan ekonomi baru jadi tidak semuanya dipusatkan dikota, didesa juga harus dikembangkan sehingga dengan begitu urbanisasi bisa ditekan.

 

Urbanisasi adalah wujud dari modernisasi sehingga perlu diatur dan dikelola dengan baik. Jadi tidak akan menjadi sebuah momok yang ditakuti oleh setiap pemerintah kota. Tetapi menjalankan solusi – solusi diatas tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh dukungan dari semua pihak untuk menyelesaikannya bukan hanya pemerintah tetapi masyarakat sebagai pelaku urbanisasi.



Categories: Tugas
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: