Tugas 2

June 4, 2011 Leave a comment

Categories: Tugas

Sabar

January 22, 2011 Leave a comment

Kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran merupakan setengahnya keimanan. Sabar memiliki kaitan yang tidak mungkin dipisahkan dari keimanan: Kaitan antara sabar dengan iman, adalah seperti kepala dengan jasadnya. Tidak ada keimanan yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana juga tidak ada jasad yang tidak memiliki kepala.

Namun kesabaran adalah bukan semata-mata memiliki pengertian “nrimo”, ketidak mampuan dan identik dengan ketertindasan. Sabar sesungguhnya memiliki dimensi yang lebih pada pengalahan hawa nafsu yang terdapat dalam jiwa insan. Dalam berjihad, sabar diimplementasikan dengan melawan hawa nafsu yang menginginkan agar dirinya duduk dengan santai dan tenang di rumah. Justru ketika ia berdiam diri itulah, sesungguhnya ia belum dapat bersabar melawan tantangan dan memenuhi panggilan ilahi.

Sabar juga memiliki dimensi untuk merubah sebuah kondisi, baik yang bersifat pribadi maupun sosial, menuju perbaikan agar lebih baik dan baik lagi. Bahkan seseorang dikatakan dapat diakatakan tidak sabar, jika ia menerima kondisi buruk, pasrah dan menyerah begitu saja. Sabar dalam ibadah diimplementasikan dalam bentuk melawan dan memaksa diri untuk bangkit dari tempat tidur, kemudian berwudhu lalu berjalan menuju masjid dan malaksanakan shalat secara berjamaah. Sehingga sabar tidak tepat jika hanya diartikan dengan sebuah sifat pasif, namun ia memiliki nilai keseimbangan antara sifat aktif dengan sifat pasif.

Makna Sabar

Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “Shobaro”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran”. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur’an:

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi/ 18 : 28)

Perintah untuk bersabar pada ayat di atas, adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang yang menyeru Rab nya serta selalu mengharap keridhaan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah SWT.

Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah:
Menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.

Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam al-Khowas, bahwa sabar adalah refleksi keteguhan untuk merealisasikan al-Qur’an dan sunnah. Sehingga sesungguhnya sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidak mampuan. Justru orang yang seperti ini memiliki indikasi adanya ketidak sabaran untuk merubah kondisi yang ada, ketidak sabaran untuk berusaha, ketidak sabaran untuk berjuang dan lain sebagainya.

Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk sabar ketika berjihad. Padahal jihad adalah memerangi musuh-musuh Allah, yang klimaksnya adalah menggunakan senjata (perang). Artinya untuk berbuat seperti itu perlu kesabaran untuk mengeyampingkan keiinginan jiwanya yang menginginkan rasa santai, bermalas-malasan dan lain sebagainya. Sabar dalam jihad juga berarti keteguhan untuk menghadapi musuh, serta tidak lari dari medan peperangan. Orang yang lari dari medan peperangan karena takut, adalah salah satu indikasi tidak sabar.

Bentuk-Bentuk Kesabaran

Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga hal; sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar untuk meninggalkan kemaksiatan dan sabar menghadapi ujian dari Allah:

1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.

Kemudian untuk dapat merealisasikan kesabaran dalam ketaatan kepada Allah diperlukan beberapa hal,
(1) Dalam kondisi sebelum melakukan ibadah berupa memperbaiki niat, yaitu kikhlasan. Ikhlas merupakan kesabaran menghadapi duri-duri riya’.
(2) Kondisi ketika melaksanakan ibadah, agar jangan sampai melupakan Allah di tengah melaksanakan ibadah tersebut, tidak malas dalam merealisasikan adab dan sunah-sunahnya.
(3) Kondisi ketika telah selesai melaksanakan ibadah, yaitu untuk tidak membicarakan ibadah yang telah dilakukannya supaya diketahui atau dipuji orang lain.

2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, memandang sesuatu yang haram dsb. Karena kecendrungan jiwa insan, suka pada hal-hal yang buruk dan “menyenangkan”. Dan perbuatan maksiat identik dengan hal-hal yang “menyenangkan”.

3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta, kehilangan orang yang dicintai dsb.

Aspek-Aspek Kesabaran

Dalam hadits-hadits Rasulullah SAW, terdapat beberapa hadits yang secara spesifik menggambarkan aspek-aspek ataupun kondisi-kondisi seseroang diharuskan untuk bersabar. Meskipun aspek-aspek tersebut bukan merupakan ‘pembatasan’ pada bidang-bidang kesabaran, melainkan hanya sebagai contoh dan penekanan yang memiliki nilai motivasi untuk lebih bersabar dalam menghadapi berbagai permasalahan lainnya. Diantara kondisi-kondisi yang ditekankan agar kita bersabar adalah :

1. Sabar terhadap musibah.
Sabar terhadap musibah merupakan aspek kesabaran yang paling sering dinasehatkan banyak orang. Karena sabar dalam aspek ini merupakan bentuk sabar yang Dalam sebuah hadits diriwayatkan, :
Dari Anas bin Malik ra, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati seorang wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah.’ Wanita tersebut menjawab, ‘Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui dan tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.’ Kemudian diberitahukan kepada wanita tersebut, bahwa orang yang menegurnya tadi adalah Rasulullah SAW. Lalu ia mendatangi pintu Rasulullah SAW dan ia tidak mendapatkan penjaganya. Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW, ‘(maaf) aku tadi tidak mengetahui engkau wahai Rasulullah SAW.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat pada hentakan pertama.’ (HR. Bukhari Muslim)

2. Sabar ketika menghadapi musuh (dalam berjihad).
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian berangan-angan untuk menghadapi musuh. Namun jika kalian sudah menghadapinya maka bersabarlah (untuk menghadapinya).” HR. Muslim.

3. Sabar berjamaah, terhadap amir yang tidak disukai.
Dalam sebuah riwayat digambarkan; Dari Ibnu Abbas ra beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melihat pada amir (pemimpinnya) sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia bersabar. Karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah satu jengkal, kemudian ia mati. Maka ia mati dalam kondisi kematian jahiliyah. (HR. Muslim)

4. Sabar terhadap jabatan & kedudukan.
Dalam sebuah riwayat digambarkan : Dari Usaid bin Hudhair bahwa seseorang dari kaum Anshar berkata kepada Rasulullah SAW; ‘Wahai Rasulullah, engkau mengangkat (memberi kedudukan) si Fulan, namun tidak mengangkat (memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap orang menganggap lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian hingga kalian menemuiku pada telagaku (kelak). (HR. Turmudzi).

5. Sabar dalam kehidupan sosial dan interaksi dengan masyarakat.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)

6. Sabar dalam kerasnya kehidupan dan himpitan ekonomi
Dalam sebuah riwayat digambarkan; ‘Dari Abdullah bin Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. (HR. Turmudzi).
Kiat-kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran

Ketidaksabaran merupakan salah satu penyakit hati, yang seyogyanya diantisipasi dan diterapi sejak dini. Karena hal ini memilki dampak negatif dari amalan yang dilakukan seorang insan. Seperti hasil yang tidak maksimal, terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah dsb. Oleh karena itulah, diperlukan beberapa kiat, guna meningkatkan kesabaran. Diantara kiat-kiat tersebut adalah;

1. Mengkikhlaskan niat kepada Allah SWT, bahwa ia semata-mata berbuat hanya untuk-Nya. Dengan adanya niatan seperti ini, akan sangat menunjang munculnya kesabaran kepada Allah SWT.

2. Memperbanyak tilawah al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan makna-makna yang dikandungnya. Karena al-Qur’an merupakan obat bagi hati insan. Masuk dalam kategori ini juga dzikir kepada Allah.

3. Memperbanyak puasa sunnah. Karena puasa merupakan hal yang dapat mengurangi hawa nafsu terutama yang bersifat syahwati dengan lawan jenisnya. Puasa juga merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.

4. Mujahadatun Nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat dan maksimal guna mengalahkan keinginan-keinginan jiwa yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, kikir, dsb.

5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna. Sedangkan ketidaksabaran, memiliki prosentase yang cukup besar untuk menjadikan amalan seseorang tidak optimal. Apalagi jika merenungkan bahwa sesungguhnya Allah akan melihat “amalan” seseorang yang dilakukannya, dan bukan melihat pada hasilnya. (Lihat QS. 9 : 105)

6. Perlu mengadakan latihan-latihan untuk sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah, dsb.

7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya. Karena hal ini juga akan menanamkan keteladanan yang patut dicontoh dalam kehidupan nyata di dunia.

Sumber :

http://www.eramuslim.com

Categories: Story of My Life

Proses Pengambilan Keputusan dalam Organisasi

January 5, 2011 Leave a comment

Organisasi ialah kumpulan yang terdiri dari beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama, didalam organisasi rentan terjadinya selisih pendapat begitu juga keputusan dalam mengambil sikap, dapat diartikan cara organisasi dalam pengambilan keputusan. Terdapat 4 metode bagaimana cara organisasi dalam pengambilan keputusan, ke 4 metode tersebut adalah : yaitu kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion), pendapat ahli (expert opinion), kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion), dan kesepakatan (consensus).

 

1.            Kewenangan Tanpa Diskusi

Biasanya metode ini sering dilakukan oleh para pemimpin yang terkesan militer. mempunyai beberapa keuntungan jika seorang pemimpin menggunakan metode ini dalam pengambilan keputusan, yaitu cepat, maksudnya seorang pemimpin mempunyai keputusan ketika oraganisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menentukan atau memutuskan kebijakan apa yang harus diambil. Tetapi apabila metode ini sering dipakai oleh pemimpin akan memicu rasa kurang kepercayaan para anggota organisasi tersebut terhadap kebijakan yang telah diambil oleh pemimpin tanpa melibatkan para anggota yang lainnya dalam perumusan pengambilan keputusan.

 

2.            Pendapat Ahli

Kemampuan setiap orang berbeda-beda, ada yang berkemampuan dalam hal politik, pangan, tekhnologi dan lain-lain, sangat beruntung jika dalam sebuah organisasi terdapat orang ahli yang kebetulan hal tersebut sedang dalam proses untuk diambil keputusan, pendapat seorang ahli yang berkopeten dalam bidangnya tersebut juga sangart membantu untuk pengambilan keputusan dalam organisasi.

 

3.            Kewenangan Setelah Diskusi

Metode ini hampir sama dengan metode yang pertama, tapi perbedaannya terletak pada lebih bijaknya pemimpin yang menggunakan metode ini disbanding metode yang pertama, maksudnya sang pemimpin selalu mempertimbangkan pendapat atau opini lebih dari satu anggota organiasi dalam proses pengambilan keputusan. Terdapat kelemahan didalam metode ini, setiap anggota akan besaing untuk mempengaruhi pemimpin bahwa pendapatnya yang lebih perlu diperhatikan dan dipertimbangkan yang ditakutkan pendapat anggota tersebut hanya mamberikan nilai positif untuk dirinya dan merugikan anggota organisasi yang lai.

 

4.            Kesepakatan

Dalam Metode ini, sebuah keputusan akan diambil atau disetujui jika didalam proses pengambilan keputusan telah disepakati oleh semua anggota organisasi, secara transparan apa tujuan, keuntungan bagi setiap anggota sehingga semua anggota setuju dengan keputusan tersebut. Negara yang demokratis biasanya akan menggunakan metode ini. Tetapi metode seperti ini tidak dapat berguna didalam keadaan situasi dan kondisi yang mendesak atau darurat disaat sebuah organisasi dituntut cepat dalam memberikan sebuah keputusan.

 

Keempat metode-metode diatas ialah hasil menurut Adler dan Rodman, satu sama lainnya tidak dapat dikatakan  metode satu terbaik yang digunakan dibanding metode yang lainnya, dapat dikatakan efektif jika metode yang mana yang paling cocok digunakan dalam keadaan dan situasi yang sesuai.

 

Categories: Tugas

Organisasi sebagai Sistem Sosial

January 5, 2011 Leave a comment

Organisasi meruapakan kumpulan 2 orang atau lebih yang berkerjasama dalam mencapai tujuan bersama, dari pengertian tersebut dapat disimpulkan organisasi merupakan sebuah perkumpulan social karena organiasi itu harus lebih dari satu orang, mempunyai tujuan yang sama, ada berbagai tujuan, seperti untuk mensejahterakan anggotanya masing, dalam kepemerintahan Indonesia juga dapat disebut organisasi karena terdiri dari lebih dari satu orang dan mempunyai tujuan yang sama yakni, mensejahterakan rakyat Indonesia, memajukan kesejahteraan Negara yang kita cintai ini.

 

Setiap manusia diciptakan sebagai makhluk social, yaitu makhluk yang tidak dapat hidup tanpa orang lain, maksudnya bukan menjadi tergantung kepada orang lain, tetapi disini dimaksudkan manusia di bumi ini hidup saling membantu satu sama lainnya, seperti pedagang dan pembeli, pekerja bangunan dan pemilik modal atau proyek bangunan tersebut, dapat kita bayangkan, jika satu sama lain manusia tidak peduli atau tidak terdapat rasa social, Negara kita tidak akan maju, saling egois dan saling merasa hebat, bahkan sebaliknya Negara kita akan anjlok karena tidak adanya rasa social yang dapat menimbulkan rasa kesatuan dan persatuan.

 

Setiap manusia yang dalam kehidupannya harus mempunyai relasi atau hubangan terhadap manusia yang lainnya, hal tersebut dapat disebut suatu system social. Didalam Organisasi setiap anggota organiasi termasuk semua orang anggota organiasi tersebut yang berinteraksi atau berhubungan dengan anggota yang lainnya serta kepada oaring diluar organiasai tersebut.

 

Sebuah organiasasi terbentuk dari sekumpulan orang, kemudian sekumpulan ini dapat dibentuk apabila perkembangan sekumpulan orang ini dapat menarik minat orang lain untuk bergabung dalam perkumpulan tersebut, ada pula dengan pengrekrutan atau panggilan dan undangan untuk bergabung dalam perkumpulan itu yang semakin lama dengan perkembangan perkumpulan orang tersebut dapat terbentuk organisasi yang besa. Sistem Sosial dapat diartikan sebagai bagian dari organiasasi jika dalam badan organisasi terdapat peran dan rasa social kesatuan dari para anggota,  tidak jarang system social itu mengeluarkan gagasan yang mudah dicerna dan di hayati yang kemudian di implementasikan dalam realitas dengan tindakan-tindakan nyata dan praktis.

 

CARA PANDANG ORGANISASI SEBAGAI SISTEM

Sebuah organisasi tidak jarang terdapatnya berbagai beda pendapat untuk berbagai macam cara pandang para anggota dalam menyelesaikan masalah, dari berbagai pendapat itu tidak ada satupun yang pasti dan harus dilakukan semua anggota, perbedaan pendapat itu harus dimusyawarahkan terlebih dahulu kemudian diambil kesepakatan dan kemufakatan secara bersama. Hal ini adalah salah satu cara kita atau sudut pandang organiasasi ialah sebagai system, dalam hal ini organiasi mempunyai system untuk menghasilkan kebijakan dan kepentingan bersama, dari hal yang berbeda pendapat, dimusyawarahkan guna mendapatkan kesepakatan yang bersama.  dapat dikatakan system jika didalam sutu interkasi atau hubungan yang terikat dalam asas-asas tertentu dalam rangka mencapai tujuan tertentu, dan didalamnya terdapat  input yang merupakan unsur  yang di masukkan atau dipendapatkan untuk diolah, pengolah, merupakan sebuah kegiatan yang merubah input menjadi output, output, merupakan hasil yang didapat dari pengolahan, dan yang terakhir ialah umpan balik, merupakan reaksi yang timbul dari dalam lingkungan organisasi atau dari luar organisasi terhadap input, pengolahan dan output.

 

Sebuah Organisasi merupakan sistem terbuka yang selalu terdapat input, pengolahan, output dan umpan balik. Selain  itu organisasi tidak berada di dalam kekosongan melainkan dalam interaksi dengan lingkungan. Antara organisasi dengan lingkungan perlu adanya penyesuaian.

 

Didalam Umpan Balik terdapat 2, yaitu :

1. Umpan Balik positif, ialah sebuah reaksi dari output yang menunjukan adanya persetujuan dengan system yang berjalan.

2. sebaliknya, ialah umpan balik negative sebuah reaksi terhadap output yang menunjukan ketidak setujuan atau ketidak kesepekatan terhadap system atau output yang dianggap atau diketahui terdapat adanya penyimpangan.

 

Categories: Tugas

Konflikk…

January 5, 2011 Leave a comment

Organisasi adalah suatu kumpulan dari beberapa orang yg mempunyai tujuan tertentu. Dalam berorganisasi rasa kebersamaan dan kerja sama yg baik mutlak diperlukan. Tak bisa dan tak akan bisa bekerja sendiri – sendiri, semua harus dilakukan bersama – sama.

Banyak konflik dan masalah yg aku hadapi. Semua berawal saat anggota satu dengan yg lain mulai tak sehati, mulai merasa bahwa dirinya adalah yg paling penting dan semua perkataan dan perintahnya harus dilakukan, atau yg lebih parah lagi sudah tak ada niat lagi untuk mengurusi organisasi. Permasalahan seperti itu kelihatan sepele tapi jika dibiarkan akan berakibat fatal bagi organisasi. Bisa – bisa lama – lama bubar.

Menurutku, sudah biasa jika dalam berorganisasi banyak ditemui masalah – masalah. Karena itu kita ada untuk menyelesaikan masalah tsb. Dalam prosesnya, kebersamaan dan kerja sama yg baik menjadi faktor utama yg mendorong keberhasilan. Di sisi lain tanggung jawab juga menentukan, ngga’ kok saling lempar tanggung jawab seperti lempar – lemparan bola api.

Yg aku rasakan, konflik dalam berorganisasi yg paling fatal adalah hilangnya rasa kebersamaan dan tak ada niat lagi untuk melanjutkan berorganisasi. Bagiku, saat semua anggota berkumpul membahas sesuatu dan disitu terjadi perdebatan sengit itu adalah biasa. Perbedaan pikiran dan pendapat adalah wajar, bukannya malah menimbulkan permusuhan. Profesional aja pokoknya. Justru dari perbedaan – perbedaan itu akan menghasilkan suatu statement yg perfect. Perbedaan harus dihormati dan dihargai dengan rasa kebersamaan. Dan lunturnya niat untuk berorganisasi, jika tak dihilangkan maka sudah tak bisa diharapkan lagi organisasi akan berlanjut. Niat dengan sungguh – sungguh itu penting dan harus ada, serta komitmen untuk mempertahankan niat tersebut akan menjadi kunci semangat untuk terus berlanjutnya organisasi.

Kadang berorganisasi terasa menyenangkan, kadang juga merasa seperti tak bermanfaat. Terasa menyenangkan jika sesama anggota memiliki rasa kebersamaan, dan akan terasa seperti tak bermanfaan jika tak ada niat untuk berorganisasi.

Categories: Tugas

Pengalaman…

January 5, 2011 Leave a comment

Pengalaman masuk organisasi pertama saat aku masuk sekolah menengah atas. Dulu aku memang berobsesi untuk memperbanyak teman dan sahabat. Karena bagiku teman itu merupakan seseorang yg penting, walau pun bagaimana keadaan tapi jika saat ngumpul sama teman itu rasanya semuanya baik – baik saja.

Aku masuk PMR dan OSIS. Banyak organisasi ekstrakulikuler lainnya tapi aku dan teman – temanku memilih itu. Tak ada seleksi masuk atau pun tes, saat itu  memang tak banyak yg masuk karena itu hanya kegiatan nggak wajib. Jadi mau ikut atau tidak itu tak mempengaruhi nilai di raport.

Tapi disitulah asyiknya, kita tak terobsesi untuk mencari nilai. Kita hanya ingin menyalurkan minat kita berorganisasi. Dan setelah masuk itu baru terasa beratnya, karena dengan anggota yg sedikit mengerjakan berbagai macam urusan sehingga terkadang terasa menyibukkan.

Memasuki PMR (Palang Merah Remaja), di sekolahku dinamai PMR SMKN 1 JENANGAN PONOROGO. Banyak latihan – latihan yg harus diikuti misal latihan rutin tiap minggu dan latihan gabungan dengan sekolah – sekolah lain. Yg paling asyik adalah saat latihan gabungan, itu dilakukan biasanya bergiliran di tiap sekolah. Disitu banyak teman – teman baru yg membuatku enjoy telah masuk organisasi ini. Ditambah memang dari sekolahku semua anggotanya cowo’ dan sekolah lain terutama yg dari SMA kebanyakan cewe’ yaaaa seperti ada daya tarik aja..

Disamping itu aku juga masuk OSIS, dinamai OSIS SMKN 1 JENANGAN PONOROGO. Diorganisasi itu suasananya agak – agak serius, karena kita tak hanya berkomunikasi dengan organisasi yg beranggota anak – anak sebaya tapi juga sama guru – guru dan bahkan kepala sekolah juga. Jadi tata krama dan sopan santun harus benar dijaga. Tak seramai masuk PMR, saat masuk OSIS disekolahku tak terlalu populer. Entah kenapa hampir semua menganggap masuk organisasi ini hanya membuang waktu, mending masuk organisasi lain. Dan nyatanya memang benar, hanya sedikit kegiatan yg bisa dilakukan karena tak ada niat dan semangat untuk berimprove. Seperti organisasi mati saja.  Heu’

Semua itu adalah pengalaman – pengalamanku dalam berorganisasi. Begitu aktif saat ada niat dan semangat untuk berimprove dan berkreasi melakukan kegiatan – kegiatan yg bermanfaat. Tapi seakan mati dan hanyut begitu saja jika tak berobsesi untuk maju. Bagiku, untuk masuk dalam suatu organisasi jika mau dan berniat untuk berkembang, harus memiliki semangat dan kemauan yg besar. Rasa kebersamaan dan kerja sama yg baik akan mendorong ke arah kesuksesan. Tapi jika semua itu tak ada, atau pun dilakukan tapi setengah hati, maka otomatis tinggal menunggu waktu aja lama – lama akan mati dan hanyut begitu aja..

Categories: Tugas

Salam Rindu ku

January 4, 2011 Leave a comment

Assalamu Alaikum….

Pren pren, udah lama banget ni aq ngga’ buka blog. Udah setahun malah, hehehe….

Heu’,, memang pas akhir taun 2010 kemaren banyak banget kesibukan acara – acara, mpe lupa segalanya,,,

Dan saat ini udah menginjak dibulan januari 2011, Siap – siap untuk melakukan aktifitas – aktifitas rutin tiap hari. Dan juga planning – planning di taun kemaren yg belum sempat terlaksana semoga dapat lekas terlaksana,, aminn…

Di taun baru tak mesti semuanya juga harus baru, masalahnya duit juga mepet untuk beli yang baru – baru.. hehehehe….. Tapi yg jelas, spirit harus baru. Harapan dan cita – cita untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya harus dibarengi dengan spirit yg besar.. Dunia terus berputar, waktu terus berjalan, dan tak terasa usia kita terus berkurang. Mari bersama – sama dengan spirit yg baru kita mewujudkan cita – cita..

Dan untuk anak – anak 2KA28, bentar lagi udah UAS. Mari belajar, dan tetap semangat untuk mendapatkan nilai maksimal.. aminn,,, tetap jaga kerja sama yg baik.. hehehe…..

 

Categories: Story of My Life